Posts

Mencinta itu Melepaskan...

Image
Memangnya  ada 'rasa lain'dalam berkurban ?  Memaknai kurban dengan cara yang lain menjadi isu selama 9 bulan terakhir sebelum pelaksanaan kurban di awal bulan Juni yang tanggalnya bertepatan dengan tanggal kelahiran anak saya di 6 Juni.     Kurban dengan rasa Qalaid   demikian taglinenya.   Wah apakah itu? sepertinya menarik.. Kalimat itu yang terbetik dalam pikiran saya saat awal mendengar kata Qalaid . Apa sih istimewanya?   Sejak zaman bersekolah di Sekolah Dasar dan mengenal kata Kurban , maka story telling yang sering di dengungkan tentang bagaimana keikhlasan Ibrahim mengorbankan Ismail.  Menjadi jamaah di Thariqah Kadisiyah, meskipun kalau diibaratkan seperti sebuah sekolah maka saya adalah 'murid yang kerjanya bolos melulu, kalaupun datang ke sekolah   kerjanya main di baris paling belakang sibuk becanda atau mengantuk'. Namun banyak hal dan kisah selama perjalanan bersama yang sulit untuk dilupakan, salah satunya...

Umroh Rasa Haji

Image
Tergelitik rasa ingin tahu saya saat melihat judul besar dalam brosur Asafeer Travel yang saya terima akhir tahun 2024. Penasaran? pasti..  Terutama untuk kami yang saat mendapatkan undangan berhaji di tahun 2010 masih polos  dan belum memahami sepenuhnya makna berhaji serta sebagian besar waktu dilalui dengan tanpa pembimbingan intens. M aklum saat itu kami hanyalah 2 anak muda dengan dana sangat minim yang tiba tiba dipanggil untuk berhaji tahun itu padahal tidak siap secara finansial dan aspek rasa, jadinya kami pergi mengikuti rombongan mandiri dari pemerintah RI yang pastinya berbeda dengan pembimbingan para jamaah yang mengikuti haji melalui biro haji khusus.  Maka Umroh Rasa Haji ini menjadi sebuah pengingat kembali, membangkitkan rasa kangen akan suasana berhaji, dan memperkaya rasa. Dari rangkaian perjalanan Umroh Rasa Haji beberapa waktu yang lalu, saat di Mekkah ada satu hari khusus sejak menjelang siang sampai malam kami diajak menjelajah lokasi-lokasi tempat ...

Umroh - Belajar Merahmati Semesta Alam

Image
“There are a thousand ways to kneel and kiss the ground; there are a thousand ways to go home again.” (Rumi) Saat melaksanakan umroh, bagi saya adalah ketika berjanji akan menjadi manusia yang lebih baik, mewartakan ke setiap sudut semesta untuk berusaha menjadi Rahmatan lil Alamin. Maka terbayang banyak hal teknis mengenai perjalanan umroh bagi diri pribadi yang perlu saya benahi. Dari mulai mempersiapkan perjalanan, saat perjalanan dan sampai saat kembali ke Indonesia. Beberapa hal menjadi catatan penting, semoga berguna di masa depan agar saat ditakdirkan untuk kembali datang ke rumah Mu saya akan bersikap lebih baik, karena se bagai sebuah perjalanan spiritual tentunya menyambangi rumah Mu memerlukan persiapan bukan hanya secara fisik namun juga aspek rasa dan penghadapan agar bisa memurnikan niat dan prilaku selama di sana. It is not just another journey indeed .. Memurnikan niat hanya untuk kepada Nya   Memurnikan niat dan 'cara bergerak' selama umroh tentunya tidak terle...

Kembali ke Rumah Mu Dengan Penuh Rasa

Image
Terakhir menyambangi rumah Mu di 2019 sesaat sebelum covid mendera seluruh sendi kehidupan, mematikan banyak hal termasuk dunia perjalanan.   Kali ini terpanggil untuk datang kembali dan tergelitik dengan tagline Memperoleh Umroh yang Penuh Makna, Umroh Rasa Haji yang di launching oleh Kadisiyah bekerjasama dengan Asafeer Indonesia. Wah bagaimana Umroh yang penuh makna dan rasa haji itu?   Apakah dalam umroh melakukan berbagai ritual yang dilakukan saat berhaji seperti ke Arafah, Mina, Mudzalifah? atau apa ya ? Penuh makna seperti apa yang dimaksud?  Dan semuanya terjawab saat melalui perjalanan singkat selama 8 hari bersama Kadisiyah dan Asafeer Indonesia setelah kami memutuskan untuk berangkat bersama anak-anak. "Tuhanku, aku telah putuskan hubunganku dengan selain diri Mu dan hanya kepada Mu aku bergantung" Menarik karena umroh kali ini sangat penuh dengan pemaknaan dalam diri yang harapannya umroh yang akan dialami menjadi lebih khidmat, bermakna dan memperoleh j...